Blog ini dibuat untuk mendokumentasikan hasil PKL 2016 di PT. Cakra Lintas Nusantara ( Channel 11 )

Selasa, 19 Januari 2016

Station-Bridge

20.06 Posted by Hari_Kusuma 2 comments
Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local arean Network) dengan jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda (misalnya seperti Ethernet & Fast Ethernet), ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama.
Alat ini bekerja pada data Link layer model OSI (Open System Interconnection), Karena itu bridge bisa menyambungkan jaringan komputer yang memakai metode transmisi atau medium access control yang tidak sama atau berbeda. Bridge juga adalah alat yang bisa mempelajari alamat link yang ada pada setiap perangkat yang terhubung dengannya dan juga mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut.

Berikut ini Fungsi Bridge

Adapun fungsi dari bridge diantaranya sebagai berikut di bawah ini:
Bridge dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan istilah“Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.



Mode Wireless Mikrotik
Mode wireless kita jumpai di properties interface wireless. Mode ini yang nantinya akan memfungsikan wireless interface akan jadi apa, apakah access point (pemancar), Station (penerima), Repeater, dll. Saya pribadi hanya terbiasa menggunakan mode ap-bridge, station, dan station-bridge, selain mode itu saya tidak begitu paham fungsinya. Alangkah baiknya kalau kita bisa tau masing – masing fungsi dari mode tersebut. Sebelumnya perlu diketahui bahwa “Penggunaan mode wireless di Mikrotik akan berpengaruh jika wireless interface akan digunakan sebagai bridge port (bridge network) karena tidak semua wireless mode support L2 bridging, terutama untuk sisi station”.


Mode Station
Mode Station, untuk memfungsikan wireless sebagai wireless client pada topologi PTP maupun PTMP. Mode station ini hanya bisa digunakan untuk membentuk jaringan yang sifatnya routing, bukan bridge network. Mode ini merupakan mode yg paling efisien jika pada sisi wireless client/station tidak membutuhkan bridging. Nah jika anda membutuhkan setting bridging, mode selanjutnya mungkin akan jadi alternatif yang menarik.

Routing Network

Mode Station-WDS
Mode Station-wds , untuk memfungsikan wireless sebagai client dari sebuah akses point yang mengaktifkan protocol WDS. Kekurangan dr protocol WDS sendiri adalah terjadinya penurunan throughput wireless hingga 50%. Perlu diketahui, WDS pada sebuah vendor belum tentu compatible dengan WDS dari vendor lain. Begitu juga dengan WDS pada Mikrotik.
Mode Station-Bridge
Selain menggunakan WDS, sebagai alternatif bisa juga menggunakan mode Station-bridge. Mode Station-bridge ini digunakan untuk memfungsikan wireless interface menjadi Client dan support untuk bridge network, akan tetapi mode Station-Bridge hanya compatible dengan perangkat Akses Point Mikrotik saja. Lantas bagaimana jika AP tidak menggunakan Mikrotik? Mode-mode berikutnya bisa menjadi solusi.

Bridge Network

Mode Station-Pseudobridge
Merupakan pengembangan dari mode=station standard. Sama-sama menjadikan wireless sebagai Client, jika pada mode=station tidak support untuk bridging, pada mode Station-pseudobridge support untuk membangun bridge network. Dalam penggunaan mode ini terdapat konsekuensi, dimana untuk bridging layer-2 nya tidak bisa dilakukan secara penuh. Dalam artian mac address dari perangkat yang terkoneksi dibawah wireless client (PC end user) tidak terbaca pada sisi AP.

Bridge Network

Mode Station-Pseudobridge-Clone
Mode Station-pseudobridge-clone ,sama dengan mode=station-pseudobridge dengan sedikit tambahan. Fitur tambahan yg ada pada mode=station-pseudobridge-clone adalah bisa melakukan cloning MAC Address. Umumnya pada sebuah link wireless, yg terbaca pada sisi AP adalah MAC-Address dari interface wireless client. Tetapi jika menggunakan station pseudobridge-clone, yg terbaca adalah MAC Address dari perangkat yg terhubung ke Station (end-user). Secara default,yg terbaca adalah MAC-Address pada frame header yang pertama diteruskan, bisa diubah pada “station-bridge-clone-mac”. Kedua mode station tersebut compatible dengan perangkat akses point Mikrotik maupun yang bukan Mikrotik. 

2 komentar:

  1. tulisannya mantep gan ane izin shaare karya ane ini linknya http://sigernetwork.blogspot.co.id/2017/03/perbedaan-mode-station-pada-jaringan-hotspot.html

    BalasHapus